saya :D

saya :D
ordinary girL

Kamis, 03 November 2011

Glukosa Dara

LAPORAN PRAKTIKUM
PRAKTIKUM ANALISIS BAHAN BIOLOGI

PENGUKURAN KADAR GLUKOSA DARAH
(METODE NELSON-SOMOGY)



Disusun Oleh :
Nama   : Hendy Vidiana
Nim     : 08308144009
Prodi   : BIOLOGI /E


JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2011

BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Glukosa adalah gula yang terpenting bagi metabolisme tubuh, dikenal juga sebagai gula fisiologis. Dalam ilmu kedokteran, gula darah adalah istilah yang mengacu kepada tingkat glukosa di dalam darah Konsentrasi gula darah, atau tingkat glukosa serum, diatur dengan ketat di dalam tubuh. Glukosa yang dialirkan melalui darah adalah sumber utama energi untuk sel-sel tubuh. Umumnya tingkat gula darah bertahan pada batas-batas yang sempit sepanjang hari: 4-8 mmol/l (70-150 mg/dl). Tingkat ini meningkat setelah makan dan biasanya berada pada level terendah pada pagi hari, sebelum orang makan. Diabetes mellitus adalah penyakit yang paling menonjol yang disebabkan oleh gagalnya pengaturan gula darah
Untuk mengetahui kandungan kadar glukosa  dalam darah, dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai metode pengukuran baik secara kualitatif maupun kuantitatif dari metode yang sederhana sampai metode yang kompleks. Tentu saja memiliki kelebihan dan kekurangan. Oleh karena itu dalam praktikum kali ini menggunakan pengukuran kadar glukosa darah dengan menggunakan metode Nelson-Somogy yang menggunakan alat spesifik berupa spektrofotometer.

B.     RUMUSAN MASALAH

1.      Berapa kadar glukosa dalam darah setelah diukur menggunakan  metode Nelson-Somogy?
2.      Apa saja yang mempengaruhi kadar glukosa dalam  darah?

C.    TUJUAN

1.      Untuk megetahui glukosa dalam darah setelah diukur menggunakan  metode Nelson-Somogy

2.      Untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi kadar glukosa dalam darah

D.    MANFAAT

1.      Dapat megetahui glukosa dalam darah setelah diukur menggunakan  metode Nelson-Somogy
2.      Mampu menambah pengetahuan tentang faktor – faktor yang mempengaruhi kadar glukosa dalam darah

























BAB II

KAJIAN PUSTAKA

Karbohidrat adalah polihidroksi aldehid atau polihidroksiketon dan meliputi kondensat polimer – polimernya terbentuk. Nama karbohidrat dipergunakan pada senyawa – senyawa tersebut, mengingat rumus empirisnya yang berupa CnH2nOn atau mendekati Cn(H2O)n yaitu yaitu karbo yang mengalami hidratasi, namun demikian nama ini sebenarnya kurang tepat karena hidrat (H2O) yang melekat pada gugus karbon bukanlah sebagai hidrat sebernanya, misalnya tak dapat dipisahkan atau dikristalkan tersendiri yang terlepas dari gugusnya. (Kartasapuetra. 2004).
Karbohidrat merupakan jenis biomolekul yang paling banyak ditemukan di alam. Karbohidrat didefinisikan sebagai polihidroksi-aldehid atau polilihidroksi-keton dan temuannya. Glukosa terdapat terutama dalam bentuk hemiasetal dan dikenal dua struktur yang umumnya didapat dalam bentuk campuran dan β-piranos dan dalam jumlah sedikit bentuk dan β-foranosa. Di dalam larutan glukosa terdapat dalam bentuk campuran α dan β-glukopiranosa sedang bentuk α dan β-glukofuranosa hanya terdapat dalam jumlah yang sangat sedikit. Demikian pula bentuk aldehid bebasnya (Purwo.A. 1993. Hal: 37 – 39).
Karbohidrat adalah kelompok nutrient yang penting dalam susunan makanan, sebagai sumber energi. Senyawa-senyawa ini mengandung unsure karbon, hydrogen, oksigen dan dihasilkan oleh tanaman dengan proses fotosintesa.
Ada berbagai macam karbohidrat tetapi dapat dikelompokkan menjadi tiga menurut ukuran molekulnya:
Ukuran molekul                                  Monosakarida                                     Glukosa
Makin besar                                         Disakarida                              
Polisakarida                             Non-gula  misalnya pati
Jenis karbohidrat :
  1. Monosakarida
Monosakarida yang mengandung yang mengandung satu gugus aldehida disebut aldosa, sedangkan ketosa mempunyai satu gugus keton. Monosakarida dengan enam atom C disebut heksosa, misalnya glukosa (dekstrosa atau gula anggur), Fruktosa (levulosa atau gula buah), dan galaktosa. Sedangkan mempunyai lima atom C disebut pentosa, misalnya xilosa, arabinosa dan ribosa.
  1. Oligosakarida
Oligosakarida adalah polimer dengan derajat polimerisasi 2 sampai 10 dan biasanya bersifat larut dalam air. Oligosakarida yang terdiri dari dua molekul disebut disakarida, dan bila tiga molekul disebut triosa; bila sukrosa ( sakarosa atau gula tebu) terdiri dari molekul glukosa dan fruktosa, laktosa terdiri dari molekul glukosa dan galaktosa.
Sukrosa adalah oligosakarida yang mempunyai peran penting dalam pengolahan bahan makanan dan banyak terdapat pada tebu, siwalan dan kelapa kopyor. Untuk industri-industri makanan biasa digunakan sukrosa dala bentuk kristral halus atau kasar dan dalam jumlah yang banyak dipergunakan dalam bentuk cairan sukrosa (sirup). Sebagian sukrosa akan terurai menjadi glukosa dan fruktosa, yang disebut gula invert.
  1. Polisakarida
Polisakarida dalam bahan makanan berfungsi sebagai penguat tekstur ( selulosa, hemiselulosa, pektin,lignin) dan sebagai sumber energi ( pati, dekstrin, glikogen, fruktan). Polisakarida penguat tekstur ini tidak dpat dicerna oleh tubuh, tetapi merupakan serat-serat yang dapat menstimulasi enzim-enzim pencernaan.
Polisakarida merupakan polimer molekul-molekul monosakarida yang dapat berantai lurus atau bercabang dan dapat dihidrolisis dengan enzim-enzim yang spesifik kerjanya. Hasil hidrolosis sebagian akan menghasilkan oligosakarida dan dapat di pakai untuk menentukan struktur molekul polisakarida. ( F.G Winarno : 17-27).
Di alam, karbohidrat merupakan hasil sintesa CO2 dan H2O dengan pertolongan sinar matahari dan hijau daun (Chlorofil). Hasil fotosintesa ini kemudian mangalami polimerasi menjadi pati dan senyawa – senyawa bermolekul besar lain yang menjadi cadangan makanan pada tanaman. Organisme yang dapat mensintesa biomolekul untuk keperluan hidupnya dari bahan – bahan anorganik (misalnya CO2 dan H2O) disebut autotrof. Sedangkan mikroorganisme pada ummnya, hewan dan manusia yang hanya dapat mempergunakan hasil sintesis autotrof untuk keperluan hidupnya disebut organisme heterotrof. Karbohidrat merupakan sumber kalori atau mikronutrien utama sandang (misalnya serat kapas), industri (rami, rosella), bahan bangunan (kayu dan bamboo) atau bahan bakar (kayu dn seresah). Disamping sebagai sumber utama bikalori dalam bahan makanan, beberapa jenis karbohidrat dan tururnannya memegang peranan penting dalam teknologi misalnya teknologi makanan, misalnya gum (Arabic, karay dan guar) sebagai bahan pengental atau CMC (carboxymethy cellulose) sebagai bahan penstabil dan banyak lagi sebagai bahan pemanis (sukrosa, glukosa dan fruktosa).  (Kartasapuetra. 2004).   
            Metabolisme karbohidrat dimulai dari masuknya glukosa ke dalam darah, meningkatkan kadar gklukosa darah yang menyebabkan tersekresinya insulin dari pancreas dan menurunkan glukagon selanjutnya menyebabakan peningkatan pengambilan glukagon oleh hati, uarat daging dan jaringan lemak. Juga merangsang sintesis glikogen dalam hati dan uarat daging dengan jala mengurangi produksi AMP (Cylic Adenin Monofosfat) dan proses fosforilasi sintesis glikogen yang aktif. Kelebihan glukosa akan dikonversikan menjadi asam-asam lemak dan trigliserida yang terbentuk dalam hati di bebaskan ke dalam plasma sebagai Very Low Density Lipoprotein (VLDL) yang akan diambil oleh jaringan lemak untuk disimpan.
Karbohidrat banyak terdapat dalam bahan nabati, baik berupa gula sederhana, heksosa, pentosa, maupun karbohidrat dengan berat molekul yang tinggi seperti pati, pektin, selulosa, dan lignin. Pada umumnya buah-buahan mengandung monosakrida seperti glukosa dan fruktosa. Disakarida seperti gula tebu ( sukrosa atau sakarosa )banyak terkandung dalam batang tebu; di dalam air susu terdapat laktosa atau gula susu. Beberapa Oligosakarida seperti dekstrin terdapat dalam sirup pati, roti, dan bir. Sedangkan berbagai polisakarida seperti pati terdapat dalam umbi-umbian dan serealia; selulosa dan pektin banyak terdapat dalam buah-buahan.
            Karbohidrat yang terdapat dalam hasil ternak terutama terdiri dari glikogen. Glikogen yang terdapat dalam tenunan, terutama hati, cepat sekali mengalami pemecahan menjadi D-glukosa setelah ternak dipotong. Dalam daging yang berwarna merah terdapat gula dalam jumlah yang kecil ( D-glukosa, D-fruktosa dan D-ribosa) dan gula-gula tersebut biasanya tereaksi ke dalam kaldu daging. Dalam susu karnohidrat yang utama adalah laktosa; air susu sapi mengandung sekitar 5 % laktosa, tetapi pada susu skim kering terkandung lebih dari 50 % laktosa.
Glukosa disebut juga dengan dekstrosa, gula anggur, gula tepung maupun gula jagung merupaka gula yang dioksidasi menjadi karbodioksida dalam proses yang menghasilkan energi dan panas., tetapi pemecahan itu tidaklah terjadi secara langsung melainkan melalui terjadinya ikatan – ikatan antara fruktosa dan glukosa. Darah selalu mengandung glukosa, yang bervariasi antara 0,8 % - 0, 15 %. Pada kasus diabetes, kandungan gula darah diatas normal yaitu lebih dari 12. Kasus DM ini terjadi karena tingginya kadar glyukosa darah yang berada dalam tubuh manusia dan hormone insulin sulit untuk memecah glukosa menjadi molekul yang lebih sederhana yang diperlukan oleh tubuh manusia. Glukosa terdapat pada buah dan sayuran. Kelarutan glukosa meningkat dan cepat sesuai dengan meningkatnya suhu. Larutan jenuh mengandung 27 % glukosa pad suhu 200 C dan 80 % pada suhu 800 C. Glukosa bersifat sedikit dalam alcohol 95 % dan ether, Glukosa terdapat di dalam jaringan – jaringan tubuh dalam bentuk kombinasi dengan protein (Winarno. 1992.).
Struktur molekul glukosa dapat dilihat dalam gambar pada sttruktur konvensional atom-atom karbon yang membentuk cincin tidak dituliskan. Glukosa terdapat dengan jumlah yang bervariasi dalam sayuran dan buah-buahan. Kadar yang tinggi didapatkan dalam buah-buahan seperti buah anggur dan dalam jumlah lebih sedikit dijumpai apad sayuran seperti kapri muda dan wortel. Senyawa ini dijumpai dalam darah binatang.
Ada empat sumber glukosa dalam tubuh yang perlu untuk diketahui yaitu :
  1. Glukosa berasal dari pemecahan karbohidrat.
Hampir semua jenis bahan makanan yang dikonsumsi secara potensial merupakan sumber glukosa dalam tubuh, karena glukosa di dapat dari hasil pemecahan zat pati, dekstrin, maltosa sukrosa dan laktosa yang praktis hampir dijumpai pada setiap makanan. Glukosa yang berasal dari perubahan fruktosa dan galaktosa. Selama proses metabolisme berlangsung, sel hati mampu merubah fruktosa dan galaktosa yang telah diserap dalam tubuh menjadi glukosa. Kekurangn enzim yang yang berfungsi mengubah fruktosa dan galaktosa menjadi glukosa akan menyebabkan timbulnya suatu hambatan pertumbuhan fisik maupun mentalnya. Gejala dini yang nampak adalah terjadi pembesaran di hati dan ginjal dan timbul katarak mata. Keadaan ini dapat diatasi dengan pemberian susu yang bebas laktosa pada bayi.
  1. Glukosa yang berasal dari pemecahan glikogen.
Glikogen disimpan dalam hati dan dapat diuraikan kembali menjadi glukosa apabila kebutuhan glukosa melebihi persediaan glukosa dalam darah. Pada keadaan normal hati dapat menyimpan sekitar 100 gr glikogen. Glikogen yang terdapat di otot tidak dapat diubah secara langsung menjadi glukosa. Akan tetapi secara tidak langsung glikogen otot mampu memproduksi glukosa dalam tubuh. Pada saat otot berkontraksi sebagian dari glikogennya akan berubah menjadi asam laktat dan hati mampu mengubah asam laktat ini menjadi glukosa.
  1. Glukosa yang berasal dari sumber non karbohidrat.
Apabila kebutuhan tubuh akan energi melebihi persediaan glukosa yang ada dalam darah dan glikogen, maka persediaan glukosa diambil dari sumber non karbohidrat. (Kartasapuetra. 2004).
Banyak cara yang dapat digunakan untuk menentukan banyaknya karbohidrat dalam suatu bahan yaitu antara lain dengan cara kimiawi, cara fisik, cara enzimatik atau biokimiawi dan cara kromatografi. Penentuan karbohidrat yang termasuk polisakarida maupun oligosakarida memerlukan pendahuluan yaitu hidrolisa lebih dahulu sehingga di[eroleh monosakarida. Untuk keperluan ini maka bahan dihidrolisa dengan asam atau enzim pada suatu keadaan tertentu. Penentuan monosakarida yang dihasilkan dapat dengan salah satu cara yaitu dengan metode oksidasi dengan kupri.
Metode ini di dasarkan pada peristiwa terekduksinya kupri-oksida menjadi kupro oksida karena adanya gula reduksi. Reagen yang digunakan merupakan campuran kupri sulfat, Na-karbonat dan asam sitrat (reangen luff) atau campuran kupri sulfat dan K-Na-tartrat (reagen Sohlet). K-Na-tartat berfungsi sebagai pencegah terjadinya pengendapan kupri oksida yang ada dalam reangen. Pada kedua macxam reagen tersebut yang berfungsi sebagai oksidator adalah kupri oksida yang denga gula reduksi akan mengalami reduksi menjadi kupro oksida dan mengendap berwarna merah muda.





 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 




BAB III

METODOLOGI

A.    Alat dan Bahan
Alat yang diperlukan :
1.      Tabung reaksi                                     
2.      Gelas ukur                                          
3.      Sentrifugasi                                        
4.      Spektrofotometer                               
5.      Labu ukur
6.      Rak tabung reaksi
7.      Tabung sentrifugasi
8.      Penangas air dan bunsen
9.      Tabung cupet                                     
10.  Vorteks                                              
11.  Gelas Beker
12.  Pipet tetes
13.  Korek api
Bahan yang diperlukan adalah :
1.      Sampel plasma darah
2.      Aquades
3.      Ba(OH) 2 0,3 N
4.      ZnSO4 5 %
5.      Reagen Nelson
6.      Arsenomolibdat
7.      Air dingin
8.      Glukosa Anhidrat

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN


A.    HASIL
Tabel 1. Absorban larutan standart glukosa
No.
Konsentrasi
Absorbansi
Larutan Induk (ml)
Aquades (ml)
1
0
0,000
0
10
2
2
0,060
2
8
3
4
0,080
4
6
4
6
0,270
6
4
5
8
0,339
8
2
6
10
0,285
10
0



Hasil Absorbansi Glukosa: 0,150
Persamaan;
 Y        = 0,035x – 0,002
0,150   = 0,035x – 0,002
X         = 0,150+0,002
                        0,035
X         = 4,343

B.     PEMBAHASAN
Pada praktikum ini membahas tentang penetapan kadar glukosa darah dengan menggunakan metode nelson- somogy yang bertujuan untuk Untuk mengetahui kadar glukosa darah. Agar dapat mengetahui kadar glukosa darah maka menggunakan panjang gelombang 540 nm. Untuk mendapatkan kadar glukosa darah maka meletakan 0,5 ml plasma darah+1,5 ml Ba(OH)2 0,3 N +1,5 ZnSO4 5% dan digojok. Disentrifuge pada 3000 rpm selama 15-20 menit,supernatan yang di hasilkan digunakan untuk glukosa.
Agar dapat menentukan glukosa maka membuat larutan glukosa standar ( 10 mg glukosa anhidrat / 100 ml (BM=180). Dari larutan glukosa standar tersebut di lakukan pengenceran sehingga diperoleh larutan glukosa dengan konsentrasi 2, 4, 6, 8, dan 10 mg/100 ml larutan,menyiapkan 7 buah tabung dan masing-masing tabung 1 ml diisi sampel. 5 buah tabung diisi larutan standar dan 2 tabung lainnya berisi sampel dan blangko. Menambah ke dalam masing-masing tabung 1 ml reagenisa nelson dan dipanaskan pada penangas air mendidih selama 20 menit, di dinginkan pada suhu ruang 250 C, setelah semua endapan CU2O larut sempurna dengan penambahan 1 ml arsenomolibdat dan menambahkan 7 ml aquadest dan divortex, hasilnya di baca pada panjang gelombang 540 nm. Agar didapat kadar glukosa standart maka menbuat kurva standar. Mengapa harus 540 nm, karena hanya pada panjang gelombang itulah spektrum warna dari darah akan terbaca sempurna. Penentuan kadar glukosa darah dapat digunakan untuk menentukan apakah seseorang mengidap penyakit diabetes melitus atau tidak.
Kadar glukosa darah dapat ditentukan dengan beberapa metode, berdasarka sifat glukosa yang dapat mereduksi ion-ion logam tertentu ( dalam suasana alkali), atau dengan pengaruh-pengaruh enzim khusus yang dapat menghasilkan glukosa. Glukosa dalam sampel darah dapat mengalami perubahan, Oleh karena enzim yang ada dalam darah tersebut dapat mengalami glikolisis, sehingga bila darah dibiarkan lama sebagian darah tersebut sudah pecah dan nilai yang diperoleh menjadi kurang dari nilai seharusnya. Hal ini harus dicegah dengan memberikan natrium florida yang merupakan anti koagulan. Larutan Ba(OH)2 berfungsi untuk memberikan suasana basa dan juga mengendapkan ion-ion besi dalam darah. Sedangkan ZnSO4 berfungsi untuk mengendapkan dan juga mendenaturasi protein secara sempurna
Pada praktikum kali ini, kadar gula darah diukur menggunakan metode Nelson-Somogi yang dari pengukukuran absorbansi larutan standart glukosa diperoleh persamaan Y= 0,035x – 0,002. Dari persamaan ini dimasukkan nilai absorbansi sampel glukosa dari plasma darah sebesar 0,150 sehingga diketahi kadar glukosa darah yaitu 4,343 mmol/l. Kadar glukosa darah ini masih pada kadar glukosa darah yang normal. Sebab kadar glukosa darah normal berkisar antara 4-8 mmol/l
Glukosa adalah gula yang terpenting bagi metabolisme tubuh, dikenal juga sebagai gula fisiologis. Dalam ilmu kedokteran, gula darah adalah istilah yang mengacu kepada tingkat glukosa di dalam darah (Anoymous, 2008). Sedangkan dalam tumbuhan Glukosa 6-fosfat yang dihasilkan selama fotosintesis adalah precursor dari tiga jenis karbohidrat tumbuhan , yaitu sukrosa, pati dan selulosa (Lehninger, 1982). Konsentrasi gula darah, atau tingkat glukosa serum, diatur dengan ketat di dalam tubuh. Glukosa yang dialirkan melalui darah adalah sumber utama energi untuk sel-sel tubuh. Umumnya tingkat gula darah bertahan pada batas-batas yang sempit sepanjang hari: 4-8 mmol/l (70-150 mg/dl). Tingkat ini meningkat setelah makan dan biasanya berada pada level terendah pada pagi hari, sebelum orang makan. Diabetes mellitus adalah penyakit yang paling menonjol yang disebabkan oleh gagalnya pengaturan gula darah (Anoymous, 2008)
Gula reduksi adalah gula yang mempunyai kemampuan untuk mereduksi. Hal ini dikarenakan adanya gugus aldehid atau keton bebas. Senyawa-senyawa yang mengoksidasi atau bersifat reduktor adalah logam-logam oksidator seperti Cu (II). Contoh gula yang termasuk gula reduksi adalah glukosa, manosa, fruktosa, laktosa, maltosa, dan lain-lain. Sedangkan yang termasuk dalam gula non reduksi adalah sukrosa (Team Laboratorium Kimia UMM, 2008). Salah satu contoh dari gula reduksi adalah galaktosa. Galaktosa merupakan gula yang tidak ditemui di alam bebas, tetapi merupakan hasil hidrolisis dari gula susu (laktosa) melalui proses metabolisme akan diolah menjadi glukosa yang dapat memasuki siklus kreb’s untuk diproses menjadi energi. Galaktosa merupakan komponen dari Cerebrosida, yaitu turunan lemak yang ditemukan pada otak dan jaringan saraf (Budiyanto, 2002).
Sedangkan salah satu ontoh dari gula reduksi adalah Sukrosa. Sukrosa adalah senyawa yang dalam kehidupan sehari-hari dikenal sebagai gula dan dihasilkan dalam tanaman dengan jalan mengkondensasikan glukosa dan fruktosa. Sukrosa didapatkan dalam sayuran dan buah-buahan, beberapa diantaranya seperti tebu dan bit gula mengandung sukrosa dalam jumlah yang relatif besar. Dari tebu dan bit gula itulah gula diekstraksi secara komersial (Gaman, 1992).
Tingkat gula darah diatur melalui umpan balik negatif untuk mempertahankan keseimbangan di dalam tubuh. Level glukosa di dalam darah dimonitor oleh pankreas. Bila konsentrasi glukosa menurun, karena dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan energi tubuh, pankreas melepaskan glukagon, hormon yang menargetkan sel-sel di lever (hati). Kemudian sel-sel ini mengubah glikogen menjadi glukosa (proses ini disebut glikogenolisis). Glukosa dilepaskan ke dalam aliran darah, hingga meningkatkan level gula darah.
Apabila level gula darah meningkat, entah karena perubahan glikogen, atau karena pencernaan makanan, hormon yang lain dilepaskan dari butir-butir sel yang terdapat di dalam pankreas. Hormon ini, yang disebut insulin, menyebabkan hati mengubah lebih banyak glukosa menjadi glikogen. Proses ini disebut glikogenosis), yang mengurangi level gula darah.
Bila level gula darah menurun terlalu rendah, berkembanglah kondisi yang bisa fatal yang disebut hipoglikemia. Gejala-gejalanya adalah perasaan lelah, fungsi mental yang menurun, rasa mudah tersinggung, dan kehilangan kesadaran. Bila levelnya tetap tinggi, yang disebut hiperglikemia, nafsu makan akan tertekan untuk waktu yang singkat. Hiperglikemia dalam jangka panjang dapat menyebabkan masalah-masalah kesehatan yang berkepanjangan pula yang berkaitan dengan diabetes, termasuk kerusakan pada mata, ginjal, dan saraf.
Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi kadar glukosa darah salah adalah jenis makanan yang dikonsumsi. Makanan yang banyak mengandung karbogidrat dan lemak memiliki kandungan glukosa yang berlebih pula.















BAB V
PENUTUP

A.    KESIMPULAN

Pada praktikum kali ini, kadar gula darah diukur menggunakan metode Nelson-Somogi yang dari pengukukuran absorbansi larutan standart glukosa diperoleh persamaan Y= 0,035x – 0,002. Dari persamaan ini dimasukkan nilai absorbansi sampel glukosa dari plasma darah sebesar 0,150 sehingga diketahui kadar glukosa darah yaitu 4,343 mmol/l.
Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi kadar glukosa darah salah adalah jenis makanan yang dikonsumsi. Makanan yang banyak mengandung karbogidrat dan lemak memiliki kandungan glukosa yang berlebih pula.


B.     SARAN
Pada praktikum pengukuran kadar gula darah sebaiknya untuk bahan plasma darah disiapkan dalam jumlah banyak. Hal ini disebabkan untuk lebih mempersingkat waktu pada pengambilan sampel. Dan yang tidak kalah pentingnya, alat yang akan digunakan terlebih dahulu dipersiapkan seperti pemanasan dan pengecekan alat spektrofotometer.









DAFTAR PUSTAKA

Anna Poedjiadi. 1994. Dasar-Dasar Biokimia. Jakarta: Universitas Indonesia
Astuti. 2007. Petunjuk Praktikum Teknik Analisis Bahan Biologi. Yogyakarta : FMIPA UNY      
Guyton. 1996. Fisiologi Manusia. Kedokteran ECG. Jakarta.
Junqueira,C.Luis, dkk.1982. Histologi Dasar (Basic Histology).  Edisi ketiga. Jakarta ; Penerbit Buku Kedokteran EGC
Lehninger. 1982. dasar-dasar Biokimia Jilid 3. (Maggy Thenawijaya, Terjemahan). Jakarta : Erlangga
Slamet, S.1997. Ilmu Gizi.Jakarta: Penerbit Dian Rakyat
Sudarmadji Slamet, dkk. 1989. Analisa Bahan Makanan dan Pertanian ; Yogyakarta ; Liberty Yogyakarta
Tjitrosoepomo, Gembong. 1994. Taksonomi Tumbuhan Obat-obatan ; Gadjah Mada University Press
Winarno,F.G. 1991. Kimia Pangan dan Gizi. PT. Gramedia Pustaka Utama : Yogyakarta








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar